Masih Perlu kah BPJS ...? - Info Berita Terkini (news & enterteinment)

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 14 Mei 2020

Masih Perlu kah BPJS ...?



Ini copas kisah dari seseorang, yg perlu digunakan untuk bahan pertimbangan. BPJS atau Konfensioanal.

5 tahun lalu saya mendampingi orang yg kena serangan jantung di RS Karyadi Semarang. Mulai perawatan masuk IGD, ICU dan pemasangan ring sebanyak 3, total biaya yg dikeluarkan kurang lebih sebanyak 200juta. 200 juta itu semua dibayar oleh BPJS. Kalau gakda BPJS mungkin pasien harus jual rumahnya. 

Setelah itu, pasien kontrol setiap bulan selama 2 tahun  diberi obat obatan yang harganya kalau beli sendiri seharga 4-5 jutaan/bulan. Belum lagi tes darah, dan tes rontgen. Sampai sekarang masih kontrol setiap bulan, cuma obatnya tidak semahal pada waktu awal. Semuanya dibayar BPJS. 

Total biaya seorang pasien jantung dengan pemasangan 3 ring kurang lebih 300juta an. Kalau premi saat itu kelas I 80.000/bulan maka perlu 300 tahun supaya lunas 300 jutanya. Kalau preminya sekarang naik 150.000/bulan perlu 166 tahun supaya bisa menutup biaya yg sudah dipakai. 

Pun demikian dengan operasi anak saya yg patah tulang biayanya sekitar 50 juta. Kalau premi saya 80.000/bln maka butuh 52 tahun supaya nutup. Kalau preminya 150.000/bln butuh 27 tahun.  Belum lagi biaya operasi gigi geraham saya. Duhh udah banyak banget dibantu sama BPJS 🙈.

Saat ini pemerintah menanggung kesehatan gratis 95 juta rakyat Indonesia. Sementara pemasukan negara dari pajak sangat tersendat bahkan mungkin minus. Pajak penghasilan sdh ditanggung pemerintah, juga pajak ukm yang dibebaskan belum lagi pajak ekspor yg turun. Penerimaan menurun tapi pengeluaran membengkak. 

Saya tidak semerta merta membela keputusan pemerintah, pun saya tahu kondisi sekarang sulit bagi beberapa orang. Tapi banyak orang diluar sana yg sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan bantuan silang dr masyrakat. Ketika anak saya sakit, saya tidak peduli bgm manajemen BPJS yg amburadul. Saya tidak mau tahu kalau BPjS tekor trilyunan atau gaji manajer yg wooww..Yang saya pikirkan saat itu anak saya segera ditangani dan dibayar BPJS. Begitulah yg dirasakan orang orang yang menggantungkan kesehatannya pada negara. 

Kalau keberatan di kelas 1 turunlah ke kelas 2, kalau keberatan di kelas 2 turunlah ke kelas 3, kalau masih keberatan ajukan surat miskin. Tidak perlu gengsi, karena kesehatan itu mahal sangat mahal. Kalau tidak mau pakai BPJS paka asuransi swasta silakan, karena yg terpenting adalah cover kesehatan untuk keluarga. 

Awal pandemi, saya bilang sama teman saya. Solusi jangka pendek saat ini bagi keluarga adalah bijak mengatur pengeluaran dan jangan lupa bayar BPJS. Karena jangan sampai kita sdh tersendat pendapatan masih harus terkuras karena sakit. Sakit dan musibah tidak memandang bagaimana kondisi sekarang, mau pandemi, mau nganggur, mau kena PHK, pas punya tabungan atau pas tekor. Bisa saja pagi segar bugar malamnya nggeblak, atau pas jalan pagi diserempet motor anak alay. Penyakit dan musibah itu seperti malaikat pencabut nyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot